Perkembangan Fungsi Televisi

Discussion in 'Infotainment' started by lordard, Sep 29, 2020.

  1. lordard

    lordard Member

    Joined:
    Aug 16, 2016
    Messages:
    86
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    8
    Televisi merupakan salah satu media yang memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi masyarakat dan berfungsi sebagai alat untuk menerima siaran baik dalam bentuk gambar bergerak maupun suara. Sampai saat ini televisi masih dianggap sebagai pusat informasi bagi sebagian besar orang di dunia termasuk Indonesia. Siaran pertelevisian memiliki sejarah yang panjang, berikut simak tentang sejarah televisi di Indonesia.

    [​IMG]

    Penemuan Awal Televisi

    Kemunculan televisi berawal dari sebuah penelitian yang menggabungkan tiga teknologi sekaligus yaitu optik, mekanik, dan elektronik. Hal tersebut digunakan untuk mengambil gambar lalu menampilkan visualisasi gambar tersebut. Televisi yang memakai dua teknologi yakni optik dan elektronik sudah mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1920 dan sampai saat ini masih digunakan.

    Pada tahun 1878, sebuah alat yang bernama Teleponoskop sudah mulai diperkenalkan, yang mana alat tersebut menggunakan sebuah metode yang mengirimkan sebuah visual bergerak dengan memakai daya listrik. Metode tersebut merupakan sebuah teori yang menggabungkan dua hal yakni telepon dan gambar bergerak. Penemuan tersebut kemudian dikembangkan oleh seorang mahasiswa bernama Paul Gothlieb Nipkow yang berasal dari Berlin, Jerman Timur.

    Pada tahun 1883 hingga 1884, Paul memakai Electrische Telescope sebagai alat untuk memindahkan gambar di satu tempat melalui udara. Berkat idenya tersebut mampu mendorong munculnya penemuan baru dan pada saat itu Paul Gothlieb dinobatkan sebagai Bapak Televisi Dunia. Setelah penobatan tersebut maka dimulailah perkembangan televisi yang sampai saat ini sudah beragam bentuk dan juga ukuran dapat ditemukan dimanapun.

    Awal Mula Pertelevisian Indonesia

    Televisi mulai diperkenalkan di seluruh dunia sebagai sebuah alat yang membantu dalam menyebarluaskan informasi kepada khalayak umum. Perkembangan televisi di Indonesia pertama kalinya yaitu pada tanggal 17 Agustus 1962 yang bertepatan dengan digelarnya perayaan Hari Proklamasi RI. Stasiun televisi pertama di Indonesia bernama TVRI (Televisi Republik Indonesia).

    Sebelumnya, TVRI merupakan program khusus yang dilaksanakan untuk mensukseskan Asian Games yang digelar di Jakarta pada tahun 1962. Soekarno memiliki andil dan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan TVRI sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia. Pada tanggal 24 Agustus 1962, stasiun televisi ini mulai menyiarkan siaran langsung upacara pembukaan Asian Games keempat di Stadion Gelora Bung Karno atau yang biasa disebut stadion GBK.

    Pada awal September, stasiun televisi tersebut tidak hanya menyiarkan terkait acara Asian Games namun juga mulai menyiarkan tayangan televisi secara reguler kepada masyarakat. Pemerintah juga mengeluarkan Keppres tentang pembentukan TVRI Foundation yang bertugas menjadi badan untuk mengatur penyiaran TVRI. Pada tahun pertama munculnya stasiun televisi ini yaitu tahun 1962, TVRI mampu menjaring 10.000 pemilik televisi di Indonesia.

    Lahirnya Televisi Swasta Di Indonesia

    [​IMG]

    Jika mengulas tentang sejarah televisi di Indonesia memang cukup panjang. Dalam prosesnya, pertelevisian di Indonesia semakin berkembang sebab mendapat dukungan dari pemerintah dengan dikeluarkannya izin pada pihak swasta untuk membuat stasiun televisi. Televisi milik swasta memulai siaran pertamanya yaitu pada 24 Agustus 1989 dan stasiun televisi kedua di Indonesia setelah TVRI adalah Rajawali Citra Televisi atau yang biasa dikenal dengan nama RCTI.

    Segala yang tersaji di televisi memiliki berbagai hal di dalamnya dan tidak dapat dipungkiri bahwa televisi mampu menciptakan pengaruh terhadap masyarakat luas. Televisi memiliki kekuatan untuk menciptakan opini di dalam masyarakat dan dapat memberikan pengaruh luar biasa. Selain itu, televisi juga memiliki kemampuan untuk mengubah serta memberikan pengaruh terhadap pola perilaku penonton.
     
Loading...

Share This Page