Pernah dengar "Strawberry Generatrion" ?

Discussion in 'Education' started by lordard, May 31, 2019.

  1. lordard

    lordard Member

    Joined:
    Aug 16, 2016
    Messages:
    57
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Halo agan agan bersosial ...

    *keren2* Selamat datang di THREAD ane .....

    Untuk pertama kalinya ane nulis Thread berkenaan dengan dunia Pendidikan nih. Meski ane bukan aktivis pendidikan, namun sejatinya ane sangat care terhadap kemasalahatan generasi bangsa.

    Well, sesuai dengan judul Thread yang ane buat, ane mau bahas sedikit tentang Strawberry Generation, khusuzon buat agan agan yang belum pernah dengar istilahnya ya. Ane terinspirasi membahas istilah tersebut setelah membaca buku karya Rhenald Kasali yang penampakannya kaya gini nih gan ...

    [​IMG]
    Ane baca buku ini lumayan cepet, 2 hari an, dan isinya sungguh mengesankan. Rhenald yang berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas ternama di Indonesia benar-benar berusaha menjadikan generasi bangsa ini bukan cuma sekedar menjadi generasi yang mengejar nilai. Pasalnya beliau merasa sedih dan perihatin ketika menyadari bahwa banyak sarjana s1, s2 yang tidak mampu menghadapi tantangan pasca kelulusannya.

    Istilah Strawberry Generation sendiri berhubungan dengan buah strawberry. Strawberry ditanam di tempat yang ekslusif, harganya mahal jika dibandingkan dengan buah lain, namun tidak tahan tekanan dikarenakan ketipisan kulit nya. Hal itulah yang coba di gambarkan oleh Rhenald, terkait dengan keanyakan generasi bangsa saat ini. Hanya mencari nilai, namun tidak tahu harus melakukan apa setelah lulus, untuk berkreatifitas menaklukan tantangan hidup dan mengambil keputusan. Banyak diantara mereka yang menghindar ketika berhadapan dengan tantangan bahkan tidak sedikit diantaranya justru menyerah, dan kembali ke ketiak orang tua mereka.

    *kesepian*

    Wah wah wah ... bagaimana nasib bangsa ini, jika generasinya mlempem yang di umpamakan lebih halus oleh Rhenald umpamakan dengan Strawberry. Membaca buku tersebut saya jadiingat pernah membaca suatu tulisa di media online, mengenai seorang wanita berkewarganegaraaan amerika, yang menyampaikan pidato viral pada saat dirinya ditunjuk menyampaikan Good Speech saat wisuda kelulusan angkatannya dikarenakan dia menjadi lulusan terbaik.

    Wanita itu mengutarakan, bahwa sangat mudah sekali untuk menjadi yang terbaik di kampus jika ukurannya adalah nilai ujian dan tuga tugas. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkannya hanya dengan cara mengikuti segala tata tertib, petunjuk, arahan yang diminta oleh sekolah dan dosen. Dalam hal ini ia mengistilahkan dirinya sebagai pekerja (karyawan) pendidikan. Dengan bersikap lurus di sekolah dan sedikit ketekunan, sebenarnya hal itu bisa di dapatkan oleh siapapun.

    Ia bercerita bahwa terkadang ia iri melihat teman-temannya yang sering telat masuk kelas karena sibuk mengurusi bisnis sampingan mereka bersama mahasiswa lainnya. Ada juga yang suka membolos lantaran fokus dengan Band, atau kumunitas seni mereka. Mereka terlihat begitu lepas mengekspresikan diri, dan berani menghadapi tantangan di masyarakat lebih dulu dari saya. Sementara saya, hingga saya lulus hanya menjadi seorang karyawan pendidikan, begitu ujarnya. Setelah lulus, ia begitu takut menghadapi tantangan, seperti tidak siap menjadi decision maker, dan rasanya ingin menyerah.

    *mati*

    Ia merasa ada yang salah dengan pendidkan hari ini. Setiap orang punya kelebihan, dan kelebihan itu beragam. Dan metode pendidikan yang ada saat ini seolah menyamakan keragaman kelebihan itu. Monyet memang ahli manja pohon, tapi tidak bagi gajah yang bertubuh besar. Ikan memang mahir berenang, tapi tidak bagi kambing yang sangat alergi terhadap air. Semua dosen dan mahasiswa lain saat itu merasa tertegun dan tertunduk, seolah mereka baru menyadarinya saat itu.

    Di Indonesia hal itu sudah terjadi, mayoritas lulusan S1,S2 berpikir harus mencari kerja. Bukan berkreativits tuk mencari tantangan dan peluang usaha. Mereka lebih memilih menjadi pekerja di perusahaan besar, dibandingkan menjadi bos di perusahaan kecil mereka sendiri, dengan dalil "nambah pengalaman dulu".

    Bagi saya ini semua berawal dari Mal Praktik Pendidikan, ada cara yang salah, ada penghargaan yang salah, salah cara dan salah tujuan. Di Finlandia profesi Guru adalah profesi yang sangat bergengsi dengan gaji yang paling tinggi. Guru tidak diminta membuat anak didiknya bersaing, mereka justru menuntut agar murid murid selalu mengedepankan kolaborasi. Hanya ada 1 kali ujian tertulis selama mereka menempuh jalur pendidikan hingga menjadi sarjana. Setiap murid diajarkan dengan cara dan gaya yan berbeda-beda, menyentuh hatinya yang membuat mereka percaya diri dan berani sejak dini mengambil sikap untuk menaklukan tantangan hidup. Setelah lulus nanti mereka akan siap menjadi pengusaha. Menciptakan inovasi seperti pembuatan pt online, bertani dengan gaya kekinian, yang intinya adalah mencari peluang sesuai dengan cara dan gaya mereka.

    Melihat kondisi ini agan-agan pada punya solusi apa, kalo agan tergabung dalam pemerintahan Indo ??? Atau dalam lingkup kecil, kira kira apa peran kita ?

    Yuk di Komen ya *keren3*

    Anyway gambaran jelas permasalahannya bisa agan simak disini,


    *peace* Terimakasih dah nyimak tulisan ane ...
     
  2. Hari Agustomo Nugroho

    Hari Agustomo Nugroho Active Member

    Joined:
    Mar 13, 2015
    Messages:
    1,134
    Likes Received:
    75
    Trophy Points:
    48
    Google+:
    Saya membacanya dari awal sampai akhir, juga menenton viedonya
    Memang begitu di negara kita, kalau menurut saya, pelajar itu harus diarahkan sesuai dengan bakatnya agar bisa bersaing kelak setelah lulus sekolah

    Kretifitas pelajar harus ditingkatkan, tidak hanya dinili dari segi mata pelajaran saja dan ketaatan terhadap tatatertib sekolah dan kepatuhan terhadap dosen saja. Kalau hanya ingin menjadi siswa terbaik dengan nilai bagus, rata-rata semua orang bisa melakukannya, tapi untuk menjadi seseorang yang siap bersaing kelak setelah lulus kuliah, itu yang harusnya di pikirkan di dunia pendidikan
     
    lordard likes this.
  3. NieeLz

    NieeLz Well-Known Member

    Joined:
    Aug 24, 2015
    Messages:
    1,775
    Likes Received:
    124
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    saya nyimak aja deh :D
     
    lordard likes this.
Loading...
Similar Threads - Pernah dengar Strawberry
  1. Dhantws
    Replies:
    0
    Views:
    369

Share This Page