Prestasi Olahraga Indonesia Kian Terpuruk, SEA Games 2017

Discussion in 'General Sports' started by wphoet, Sep 12, 2017.

  1. wphoet

    wphoet You'll Never Walk Alone

    Joined:
    Feb 19, 2013
    Messages:
    1,138
    Likes Received:
    137
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Prestasi Kontingen Indonesia tampil buruk pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, 19-31 Agustus 2017. Ditarget Indonesia bisa membawa pulang 55 medali emas, hanya tercapai 38 keping. Imbasnya, target prestasi naik peringkat empat juga terpuruk gagal terpenuhi. Kontingen Merah Putih masih betah di urutan kelima, sama seperti SEA Games 2015 Singapura.

    Torehan prestasi ini merupakan sejarah terburuk sepanjang masa bagi Indonesia sejak mengikuti SEA Games 1977 di Kuala Lumpur. Padahal, Indonesia pernah menorehkan predikat sebagai juara umum sebanyak sepuluh kali. Pertama kali mengikuti SEAGames 1977 di Kuala Lumpur, Kontingen Merah Putih langsung menyabet juara umum dengan koleksi 62 emas. Hasil baik ini bahkan mampu dipertahankan hingga tiga kali SEA Games berikutnya, masing-masing di Jakarta 1979 (92 emas), Manila 1981 (85 emas) dan Singapura 1983 (64 emas).

    Selain itu, prestasi Indonesia juga pernah berjaya di SEA Games Jakarta 1987 (183 emas), Kuala Lumpur 1989 (102 emas), Manila 1991 (92 emas), Singapura 1993 (88 emas), Jakarta 1997 (194 emas) dan Jakarta-Palembang 2011 (182 emas).

    2017 - Terpuruk dan Terburuk Sepanjang SEA Games

    Kini, Indonesia selalu kian kesulitan untuk bersaing di kancah Asia Tenggara. Bahkan, Kontingen Merah Putih kian terpuruk disalip negara-negara yang dulu kita anggap sebagai kurcaci atau liliput seperti Vietnam dan Singapura. Keduanya mampu melejit di event ASEAN karena fokus pembinaan pada olahraga yang mempertandingkan banyak nomor.

    Prestasi Singapura misalnya, fokus pada cabang olahraga akuatik yang meliputi renang, renang indah, polo air, loncat indah. Mereka merajai dengan menyabet 50 persen medali yang diperebutkan. Dari renang saja, 38 emas yang diperebutkan, Singapura sukses menyabet 19 keping.

    Sisanya di raih Vietnam, Malaysia, Indonesia dan Thailand. Adapun Vietnam fokus ke cabang atletik yang juga memperlombakan banyak nomor. Namun rupanya mereka juga mengincar akuatik games. Dari strategi yang dilakukan ini, mereka mampu mendulang banyak medali hingga mampu mengerek posisi dalam daftar klasemen.

    Sementara Indonesia tak memiliki cabang yang bisa dijadikan lumbung emas. Bulu tangkis yang jadi andalan Indonesia saja, targetnya meleset. Berharap bisa meraih tiga dari tujuh emas yang dipertandingkan, terpuruk cuma dapat dua. Pencak silat dimana merupakan olahraga asal negeri Indonesia sendiri, hanya memperoleh dua emas.

    Padahal, target yang dicanangkan adalah delapan medali emas. Selain itu, masih ada banyak cabang yang targetnya meleset, bahkan terpuruk gagal total tak mempersembahkan medali. Jika dihitung, dari 39 olahraga yang diikuti, hanya 12 cabang yang memenuhi dan melampaui target.

    Sesuai evaluasi yang dilakukan Kemenpora bersama Satlak Prima, KONI, KOI, CdM dan induk organisasi olahraga (PB/PP), masalah anggaran menjadi salah satu pemicu merosotnya prestasi Indonesia di SEA Games. Dana yang diperuntukkan honor atlet, pembelian peralatan latihan dan alat tanding, tak diberikan tepat waktu karena harus melalui sejumlah birokrasi yang berbelit-belit. Imbasnya, honor atlet terlambat, bahkan ada yang baru cair setelah SEAGames berakhir.
    2017-09-12_0-45-30.jpg

    Lalu pasokan peralatan tanding juga terlambat, seperti panahan. Padahal para pemanah butuh penyesuaian dengan alat pertandingan baru itu sebelum berlaga di ajang sesungguhnya. ”Unit-unit terkait harus kita bedah lagi agar mata rantai yang begitu panjang harus diputus dan ini sering saya sampaikan di internal Kemenpora. Opini publik tentang kegagalan SEA Games biarlah saya yang menanggung, mari kita bersama memperbaiki sesuai dengan porsinya untuk kebangkitan Asian Games 2018,” kata Menpora Indonesia Imam Nahrawi.

    Di sisi lain, menteri yang akrab disapa Cak Imam ini berharap ke depan pendanaan multievent tak hanya berpatokan pada APBN. Menurut dia, pihak swasta juga harus dilibatkan. ”Kita harus cari terobosan besar agar dana olahrahga tidak hanya menggunakan dana APBN, tapi setiap cabang olahraga ada bapak asuh atau bapak asli,” ungkap Imam.

    Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto menuturkan, faktor kegagalan Indonesia juga tak lepas dari banyaknya cabang games unggulan Merah Putih yang tidak diperlombakan pada SEA Games. Tuan rumah Malaysia lebih suka mempertandingkan cabang yang jadi unggulan mereka, sehingga bisa dijadikan lumbung emas. ”Beberapa siasat dan perlakuan tuan rumah untuk mengambil keuntungan secara massif dan terkadang mengabaikan nilai-nilai kepatutan dalam kompetisi tidak hanya Indonesia yang dirugikan tapi juga negara lain seperti Thailand dan lain sebagainya,” ujar Sutjipto.

    Selain itu, faktor lainnya seperti keterlambatan honor atlet dari Januari hingga Mei 2017, keterlambatan pelunasan kontrak akomodasi, kian sulitnya sewa sarana latihan, dukungan vitamin dan suplemen yang masih kurang menjadi faktor yang membuat kegagalan Indonesia lebih banyak terpuruk.

    Karena itu, menurut Sutjipto, beberapa pengalaman terpuruk di SEA Games 2017 harus menjadi pengalaman berharga menuju Asian Games 2018. ”Untuk itu kita harus membuat kebijakan seleksi atlet diperketat sehingga meningkatkan cost to athlete ratio, membuka akses keunggulan seluas-luasnya seperti try out di pusat keunggulan luar negeri, serta mengintegrasikan dukungan anggaran dan sebagainya,” tuturnya.

    Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, menyampaikan agar pemerintah Indonesia memberikan beberapa prioritas untuk nomor di Asian Games 2018. ”Saran kami dalam menghadapi Asian Games diperlukan komitmen, sinergitas, dukungan sumber daya khususnya anggaran agar tepat jumlah dan tepat waktu, penyederhanaan birokrasi serta sistem prioritas terhadap atlet yang akan dilombakan untuk meraih emas. Untuk itu KONI perlu diberdayakan dalam pembinaan olahraga prestasi,” terangnya.

    Ketua KOI Erick Thohir menilai, hasil dari SEAGames 2017 adalah tanggung jawab bersama, sehingga bukan saatnya terjadi pecah-belah, tetapi justru menjadi batu tumpuan untuk menjaga soliditas karena sebelumnya SEA Games 2017 disepakati bersama sebagai persiapanuntuk Asian Games 2018 yang hanya tinggal 11 bulan.

    Terkait terobosan mekanisme anggaran pemerintah melalui Kemenpora harus melibatkan Kementerian Keuangan Indonesia agar beberapa even besar seperti Youth Olimpic di Argentina dan Asian Games 2018 dapat teratasi dengan baik.
     
    Damar and Rifa Firmansyah like this.
  2. ziuma

    ziuma Well-Known Member

    Joined:
    May 23, 2014
    Messages:
    1,234
    Likes Received:
    167
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    seandainya tim nasional Sepak Bola bisa mendapatkan medali Emas
    prestasi tersebut bisa menjadi hiburan di tengah terpuruknya prestasi di Sea Games secara keseluruhan

    apa daya harapan ini pun harus sirna

    *nangis2*
     
    Damar and wphoet like this.
  3. Firmanz

    Firmanz Member

    Joined:
    Aug 24, 2017
    Messages:
    43
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    8
    Up, keep fighting jangan menyerah
     
    Damar and wphoet like this.
  4. melisa

    melisa Member

    Joined:
    Apr 18, 2017
    Messages:
    76
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    8
    jangan menyerah Garudaku Terus Semangat *menunjuk*
     
    wphoet likes this.
  5. Rafa Asoka

    Rafa Asoka Active Member

    Joined:
    Sep 5, 2015
    Messages:
    610
    Likes Received:
    55
    Trophy Points:
    28
    denger2 sih mereka pada males buat "berjuang" lagi, soalnya gak pernah dihargai.
    denger2 sih gitu, tau bener tau salah, atau cuma alibi mereka aja yang gak bisa bersaing sama negara lain
     
  6. wphoet

    wphoet You'll Never Walk Alone

    Joined:
    Feb 19, 2013
    Messages:
    1,138
    Likes Received:
    137
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    tapi isunya yg lgi panas katanya masalah fasilitas olahraga termasuk alat2 olahraganya, soalnya yg panahan kemarin katanya busur dgn anak panahnya bru di beliin pas menjelang lomba sdh dkt, jdi gk bisa menyesuaikan diri lebih lama dgn alat. maklumlah di Indonesia apa sih yg gk di persulit, bikin ktp saja diputer2 gk jelas kudu sampai seminggu bru jdi *ketawa4*
     
  7. melisa

    melisa Member

    Joined:
    Apr 18, 2017
    Messages:
    76
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    8
    Haha kocak tapi kasian yg kmrin itu ada atlet yg belum di bayar masa transport aja meski pake duit sendiri *akhirnya*
     
    wphoet likes this.
  8. Noldy

    Noldy New Member

    Joined:
    Sep 12, 2017
    Messages:
    2
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    satu saat nanti kejayaan Indonesia akan bangkit kembali dalam dunia olahraga
     
    wphoet likes this.
  9. ARIF AHNAN

    ARIF AHNAN Active Member

    Joined:
    Oct 18, 2016
    Messages:
    435
    Likes Received:
    49
    Trophy Points:
    28
    gw tetepbangga sam indonesia.,.,. walau kalah atau ada insiden kemrin
     
    wphoet likes this.
  10. Andre

    Andre Member

    Joined:
    Apr 12, 2013
    Messages:
    448
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    18
    smoga tahun depan akan menjadi harapan :) bagi kemajuan atlet indonesia :)
     
    wphoet likes this.
  11. dodolperak

    dodolperak Member

    Joined:
    Aug 25, 2017
    Messages:
    60
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    atlet krng di perhatikan oleh negara,,,
    kalo kita dan negara lbh memperhatikan atlet pasti hasilnya lbh baek
     
    wphoet likes this.
  12. iwan008

    iwan008 Member

    Joined:
    Aug 17, 2017
    Messages:
    174
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    18
    jadi bingung siapa yang harus disalahkan ,,atau mungkin semua nya benar:D
     
    wphoet likes this.
  13. Rip Neko

    Rip Neko Member

    Joined:
    Jun 22, 2017
    Messages:
    119
    Likes Received:
    14
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Keep smangat merah putih
     
    wphoet likes this.
  14. jibuluk

    jibuluk New Member

    Joined:
    Sep 15, 2017
    Messages:
    19
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    semangat terus garuda, jangan pernah menyerah :)
     
  15. Rifa Firmansyah

    Rifa Firmansyah Member

    Joined:
    Oct 8, 2016
    Messages:
    319
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    Makannya, jangan mudah menyerah ayo bangkit, demi indonesia maju*pahlawan*
     
  16. Ardi Tri

    Ardi Tri Member

    Joined:
    Aug 18, 2017
    Messages:
    83
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    8
    Target yg tidak sesuai dengan Hak yg seharusnya diperoleh para atlet *telinga*
     
  17. Najla

    Najla Member

    Joined:
    Aug 1, 2014
    Messages:
    392
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    18
    Tetap bersemangat, belanda masih jauuuuh
     
  18. rizky tasik

    rizky tasik Member

    Joined:
    Jan 20, 2017
    Messages:
    43
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
    Berjuang 45 (merah putih)
     
  19. imanjagoa

    imanjagoa Active Member

    Joined:
    Mar 29, 2016
    Messages:
    410
    Likes Received:
    42
    Trophy Points:
    28
    kemarin ada yang curhat karena bayar sendiri.. gak di kasih dana dari negara,, kasian atlit kita :(
     
Loading...

Share This Page