Rekomendasi Alat Fitness untuk Lansia yang Aman

Discussion in 'General Sports' started by Alvi Iqbal Budiarsya, Jan 31, 2023.

  1. Alvi Iqbal Budiarsya

    Alvi Iqbal Budiarsya Member

    Joined:
    Dec 2, 2019
    Messages:
    433
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Kali ini, Team OB Fit akan membahas mengenai tentang Rekomendasi Alat Fitness untuk Lansia yang Aman.

    Seiring bertambahnya usia, olahraga semakin jarang dilakukan terutama pada orang tua kita.

    Alasan yang paling klasik adalah ketahanan fisik sudah tidak sekuat muda dulu serta terkendala masalah kesehatan.

    Benar nyatanya bahwa seiring bertambahnya usia, olahraga berintensitas tinggi menjadi lebih sulit dilakukan dan dapat menimbulkan risiko cedera serius.

    Tapi untungnya, terdapat daftar olahraga yang aman dan minim cedera tulang dan sendi yang cocok dilakukan bagi orang lanjut usia.

    Baca juga:5 Tips Menjaga Kebugaran bagi Mereka yang Lanjut Usia

    Yang perlu diluruskan, olahraga bukan hanya kegiatan yang dilakukan muda-mudi saja.

    Justru semakin berumur, aktivitas berolahraga jangan sampai ditinggalkan.

    Manfaat
    Manfaat masih berolahraga di usia tua terbukti:

    • Dapat mempertahankan daya tahan tubuh,
    • Meningkatkan kekuatan,
    • Memperlambat demensia, serta
    • Mengurangi risiko terserang berbagai penyakit kronis, seperti
      • Obesitas,
      • Diabetes,
      • Penyakit jantung, dan
      • Stroke.
    Berikut rekomendasi olahraga yang aman dilakukan lansia supaya tubuh tetap bugar di masa keemasan, dikutip dari berbagai sumber.

    Rekomendasi Alat Fitness untuk Lansia yang Aman
    1. Jalan Kaki
    [​IMG]

    Olahraga tidak harus ekstrem.

    Berjalan adalah jenis olahraga yang paling sederhana dan efektif untuk orang tua.

    Menurut Penelitian dari Australian Physical Activity and Sedentary Behaviour Guidelines menyebut lansia yang berjalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 40 persen.

    Membayangkan berjalan kaki selama 30 menit mungkin akan menjadi aktivitas yang berat bagi lansia yang memiliki kendala kesehatan pada kaki.

    Namun, cobalah berjalan dengan lambat sembari berkeliling di sekitar perumahan dan menghirup udara segar yang dapat memperbaiki kondisi fisik maupun psikologis.

    Apakah Anda termasuk orang tidak memiliki cukup waktu untuk berjalan kaki di luar ruangan atau taman?

    Anda harus memiliki Alat Treadmill OB Fit di rumah.

    2. Senam Yoga
    [​IMG]

    Sebagai salah satu olahraga yang cocok untuk segala usia, yoga telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat era modern.

    Bahkan yoga orang berusia di atas 55 tahun ke atas yang mengalami masalah persendian seperti asam urat atau radang sendi disarankan melakukan yoga karena membuat tulang dan sendi lebih luwes.

    Menurut Penelitian dari Asisten profesor ilmu olahraga di Universitas Miramar San Diego, Jessica Matthews mengatakan yoga adalah pilihan olahraga yang bagus karena tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat dilakukan di mana saja, sekalipun di kursi roda

    “Bagi lansia, yoga berguna sekali untuk melatih kekuatan tulang dan otot untuk menopang berat badan.

    Selain itu, yoga juga bagus untuk menjaga kesehatan mental lansia.

    Perpaduan gerakan dan relaksasi pada yoga berdampak menenangkan fisik dan pikiran,” ujar Matthews.

    Bila tak cukup waktu untuk pergi ke tempat studio senam yoga, kamu harus memiliki Peralatan Yoga di OB Fit.

    3. Angkat beban
    [​IMG]

    Melatih kekuatan otot tidak melulu menggunakan barbel atau alat pull up layaknya tempat fitness.

    Lansia bisa olahraga angkat beban dengan botol berisi air .

    Semakin bertambahnya usia, mengangkat benda berbeban berat sehari-hari seperti tas, galon, dan sebagainya menjadi agak sulit untuk dilakukan.

    Itu wajar saja karena aktivitas mengangkat beban otot lengan yang melemah di usia lanjut.

    Tak perlu risau, sebenarnya angkat beban adalah jenis olahraga yang aman bagi lansia untuk melatih kekuatan otot bisep.

    Berdasarkan riset dari Penn State College of Medicine, latihan kekuatan seperti angkat beban dapat mengurangi risiko kematian dini, terutama pada mereka yang lanjut usia.

    Namun, perlu dicatat baik-baik bahwa angkat beban bagi lansia harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan.

    Jika seorang lansia telah lama tidak aktif melakukan olahraga, sebaiknya didampingi instruktur olahraga atau mulailah dari benda yang paling ringan kemudian tingkatkan bebannya secara bertahap.

    Bagi lansia yang ingin memulai angkat beban, bisa melakukannya dalam posisi duduk atau berdiri.

    Caranya:

    • Pegang beban dengan posisi tangan ke bawah, tepat di sisi tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas dan posisi siku menghadap badan.
    • Lalu mulai tekuk siku dan angkat beban ke arah dada.
    • Tahan setiap pengulangan dalam beberapa detik, lalu perlahan-lahan turunkan lengan.
    • Lakukan selama 10 kali, dengan disisipi istirahat saat akan melakukan pengulangan.
    4. Bersepeda
    [​IMG]

    Bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik bagi tubuh yang semakin menua yang minim risiko keseleo karena tak memberikan banyak tekanan pada lutut, sendi, maupun pergelangan kaki.

    Ketika mengayuh pedal, kaki menciptakan gerakan halus, stabil, dan mantap.

    Tak hanya direkomendasikan bagi orang tua, bersepeda juga menjadi olahraga yang sempurna bagi orang yang baru pulih dari cedera.

    Rutin bersepeda membantu dalam:

    • Meningkatkan sistem kerja kardiovaskular,
    • Memperkuat jantung dan paru-paru,
    • Melemaskan otot, serta
    • Mengurangi ketegangan pada persendian.
    Baca juga: 10 Kegiatan Menghibur Saat Karantina Mandiri Selain Tidur

    Dengan melakukan olahraga di atas, tak mustahil bagi para lansia yang ingin memiliki tubuh yang lebih bugar, sehat, dan aktif di masa tua.

    Olahraga pun tak selalu berkaitan dengan aktivitas fisik yang berat dan menguras tenaga ekstra.

    Asal dilakukan dengan tepat dan disesuaikan dengan kemampuan diri, para lansia bisa mendapat manfaat kesehatan yang maksimal sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

    Apabila Anda tidak memiliki waktu dan malas untuk keluar dari rumah, Anda harus memiliki Sepeda Gym OB Fit yang Terbaik di Rumah bareng pasangan.

    Baca juga: 15+ Fungsi dan Manfaat Sepeda Statis 30 Menit Bagi Kesehatan

    5. Peregangan betis
    [​IMG]

    Saat memasuki fase usia lanjut, banyak orang tua mengeluhkan kakinya sudah kurang kuat digunakan untuk berjalan apalagi berlari.

    Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki, bisa coba olahraga ringan seperti peregangan betis.

    Peregangan betis atau calf muscle stretches dapat memperkuat tubuh bagian bawah yang penting sebagai pengatur keseimbangan dan meningkatkan kemampuan kecepatan saat berjalan.

    Melakukan latihan ini secara rutin dan dengan cara yang tepat bisa membantu memompa darah dengan volume besar dari kaki ke tubuh bagian atas hingga otak.

    Untuk memulai peregangan betis:

    • Bisa dimulai dengan posisi duduk atau berdiri.
    • Jika melakukan peregangan betis sambil berdiri, cukup temukan dinding yang kokoh. Berdirilah menghadap dinding dengan tangan setinggi mata.
    • Lalu tempatkan kaki kiri di belakang kaki kanan.
    • Jaga tumit kiri untuk tetap di lantai dan tekuk lutut kanan.
    • Terakhir, tahan peregangan selama 15 hingga 30 detik.
    • Ulangi dua hingga empat kali per kaki.
    Jika ingin meregangkan betis dengan posisi duduk:

    • Diperlukan handuk sebagai alas telapak kaki. Pertama, duduklah di lantai dengan kaki lurus.
    • Letakkan handuk di sekitar telapak kaki kanan dan pegang kedua ujungnya.
    • Tarik handuk ke arah tubuh sambil menjaga lutut tetap lurus dan tahan selama 15 hingga 30 detik.
    • Ulangi latihan ini dua hingga empat kali per kaki.
    Bila tak ingin celana Anda kotor sebagai alas, kamu harus memiliki Matras Yoga yang Empuk untuk Lansia di OB Fit.

    Referensi (resource):
     
Loading...

Share This Page