Risiko Terapi Pijat yang Perlu Diketahui

Discussion in 'Health & Medical' started by ferdianet, Jun 23, 2021.

  1. ferdianet

    ferdianet Member

    Joined:
    Sep 16, 2015
    Messages:
    324
    Likes Received:
    63
    Trophy Points:
    28
    [​IMG]

    Meski memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, terapi pijat juga bisa mendatangkan risiko, terutama bila tidak dilakukan oleh terapis profesional. Berikut ini adalah beberapa risikonya:

    • Patah tulang
    • Pergeseran tulang atau dislokasi
    • Lebam atau memar
    • Gangguan saraf
    • Kesemutan
    • Perdarahan dalam
    • Reaksi alergi terhadap minyak atau losion pijat
    Berbagai risiko di atas akan lebih memungkinkan terjadi pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

    • Patah tulang
    • Osteoporosis
    • Deep vein thrombosis (DVT), yaitu kondisi saat terjadi penggumpalan darah di bagian dalam tubuh
    • Gangguan pendarahan atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah
    • Luka bakar atau luka yang belum sembuh sempurna
    • Trombositopenia atau kekurangan trombosit dalam darah
    Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum melakukan terapi pijat.

    Baca juga : Pijat Panggilan Profesional

    Beberapa Tips untuk Mendapatkan Terapi Pijat dengan Aman
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terapi pijat bisa menjadi lebih berisiko jika tidak dijalankan oleh terapis terlatih. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko dari terapi pijat:

    • Beri tahu terapis bila sedang memiliki kondisi tertentu, seperti hamil, menderita penyakit, atau memiliki luka fisik. Selain itu, informasikan juga riwayat penyakit yang pernah diderita.
    • Pastikan terapis yang digunakan memiliki sertifikat atau telah melalui berbagai pelatihan. Anda pun bisa menanyakan jaminan apa yang dapat diberikan bila terjadi efek samping tertentu setelah dipijat.
    • Beri tahu terapis terkait tujuan Anda ingin mendapat pijatan. Apakah sekadar relaksasi atau untuk menangani penyakit tertentu.
    • Jangan ragu meminta terapis meringankan pijatannya, bila pijatan dirasa terlalu keras.
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, pastikan bahwa losion atau minyak yang dipakai untuk memijat tidak mengandung bahan-bahan tersebut.
    Terapi pijat bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk relaksasi untuk melepaskan ketegangan dan stres. Selain itu, terapi ini juga bisa meredakan nyeri. Meski begitu, terapi pijat tidak bisa menggantikan pengobatan medis, terlebih untuk keluhan atau nyeri yang cukup parah.

    Apabila keluhan yang Anda rasakan tak kunjung membaik atau justru semakin parah setelah terapi pijat, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat

    Sumber
     
Loading...

Share This Page