Sejarah Seni Bahasa Bunga

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by bayu firmansyah, Jan 11, 2019.

  1. bayu firmansyah

    bayu firmansyah New Member

    Joined:
    Jan 8, 2019
    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Bunga adalah salah satu karunia yang paling berharga dari Ibu Pertiwi. Mereka memiliki kemampuan untuk membawa kegembiraan dan menyebarkan kebahagiaan di seluruh dunia dengan keindahan dan pesona mereka. Manusia secara alami tertarik pada warna-warna cerah dan wewangian yang menarik. Mereka juga berguna untuk manusia dan hewan lain dalam berbagai cara. Bunga adalah indikator musim dan mereka memurnikan udara dengan mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Bunga juga merupakan sumber makanan utama untuk berbagai serangga dan burung. Manusia juga menggunakan bunga dalam memasak sejak zaman dahulu. Mereka juga digunakan dalam membuat obat-obatan dan produk kecantikan. Tetapi penggunaan bunga yang paling umum untuk manusia adalah sebagai hadiah atau simbol. Selama berabad-abad, orang telah menggunakan bunga sebagai ekspresi cinta, niat baik, dan emosi lainnya. Mereka menggunakan pengaturan bunga sebagai alat komunikasi yang disebut floriografi atau bahasa bunga.


    Makna yang dikaitkan dengan bunga sepanjang zaman di banyak kebudayaan di seluruh dunia. Alkitab Ibrani menyebutkan penggunaan tanaman dan bunga sebagai simbol terutama cinta dan kekasih dan sebagai simbol untuk Mesias yang akan datang juga. Orang Cina dan Mesir kuno juga menggunakan bunga di istana mereka. Di antara penulis dan penulis naskah terkenal William Shakespeare, Jane Austen, Charlotte, dan Emily Bronte menggunakan bahasa bunga dalam tulisan mereka. Tetapi tradisi floriografi yang paling signifikan digunakan di istana Kekaisaran Ottoman pada abad ke-17. Mereka mengembangkan cara menggunakan bunga dalam komunikasi yang merupakan cara membantu menyampaikan pesan satu sama lain tanpa perlu menulis. Pengunjung Eropa yang menemukan ini terkesan. Minat dalam floriografi membumbung tinggi di zaman Victoria Inggris dan era ini melihat kebangkitan floriografi dengan sejumlah buku yang diterbitkan pada subjek. Orang-orang memberikan hadiah bunga, tanaman, dan rangkaian bunga khusus untuk mengirim pesan yang dikodekan kepada orang lain. Ini memungkinkan orang untuk mengungkapkan perasaan yang tidak dapat diucapkan dengan jelas dalam masyarakat Victorian. Mengirim seikat bunga atau memakainya sebagai aksesori fesyen memungkinkan wanita muda untuk berkomunikasi dengan pelamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dalam masyarakat modern saat ini, seni floriografi sekarang digunakan dengan cara yang kurang langsung tetapi sama-sama bermakna. Bunga telah mengambil simbolisme yang lebih universal dan banyak varietas terkait erat dengan acara-acara tertentu seperti Hari Valentine dan pernikahan. Bunga juga dikaitkan dengan ulang tahun dan mereka adalah hadiah ulang tahun yang ideal. Tetapi tidak hanya untuk acara-acara khusus, bunga juga digunakan sebagai simbol dan pengingat cinta dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

    Source : http://bit.ly/2E5rJM6
     
Loading...

Share This Page