Standar Akuntansi Keuangan Yang Berlaku Di Indonesia, Sudah Tahu Mana Saja?

Discussion in 'Education' started by yuyuwi, Sep 17, 2019.

  1. yuyuwi

    yuyuwi Member

    Joined:
    Jan 23, 2015
    Messages:
    37
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    8
    Mengetahui berbagai Standar Akuntansi Keuangan untuk mahasiswa yang kuliah jurusan Akuntansi menjadi hal yang sangat penting, karena berbagai standar tersebut nantinya akan dipakai ketika mulai berkecimpung di dunia kerja.

    Umumnya setiap negara memiliki standar akuntansi keuangan masing-masing, termasuk juga di Indonesia memiliki 5 standar akuntansi keuangan (4 diterbitkan Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia/ DSAK IAI) & 1 diterbitkan komite standar akuntansi pemerintah / KSAP) yang berlaku diantaranya:

    SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)
    SAK-ETAP merupakan entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik secara signifikan dan menerbitkan laporan keuangan dengan tujuan umum (general purpose financial statement) untuk pengguna eksternal, contoh dari pengguna yang dimaksudkan adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam hal pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

    Mahasiswa yang kuliah online S1 tentunya sudah tidak asing dengan jenis standar akuntansi yang satu ini, tujuan dari SAK-ETAP sendiri adalah untuk menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya sehingga diharapkan dapat memberi kemudahan dalam akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan.

    Standar akuntansi keuangan yang satu ini berdiri sendiri dan tidak mengacu pada standar akuntansi keuangan pada umumnya, konsep biaya yang digunakan sebagian besar SAK-ETAP adalah historis, melakukan pengaturan transaksi yang dilakukan oleh ETAP, dan untuk bentuk pengaturan yang sendiri lebih sederhana (dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah dalam beberapa tahun).

    SAK-EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, & Menengah)
    Standar ini disusun guna memenuhi kebutuhan laporan keuangan untuk entitas mikro, kecil, dan menengah, untuk acuan definisi dan memberikan rentang kuantitatif EMKM bisa menggunakan UU No. 20 tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah. Exposure Draft Standar Akuntabilitas Keuangan ditujukan untuk digunakan oleh aktivitas yang tidak/belum mampu dalam memenuhi berbagai persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP.

    Standar yang satu ini menjadi salah satu dorongan untuk pengusaha di berbagai wilayah Indonesia agar bisa berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan UMKM agar lebih maju. Standar yang satu ini sangat penting, pasalnya laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah usaha agar pengeluaran & pemasukan bisa tercatat dengan jelas dan seimbang sehingga kegiatan usaha bisa lebih maju lagi.

    PSAK-IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan-International Financial Reporting Standards)
    IFRS merupakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional yang resmi digunakan PSAK di tahun 2015, standar ini merupakan kelanjutan dari international accounting standards yang banyak digunakan di banyak negara.

    Bagi yang mengambil kuliah jurusan Akuntansi tentu sudah tidak asing dengan standar akuntansi yang satu ini, PSAK merupakan standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia. PSAK sendiri disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan, sebuah lembaga yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

    Standar akuntansi yang satu ini merupakan aturan baku yang mengatur pencetakan perlakuan penyusunan dan penyajian laporan keuangan, penggunaannya sendiri untuk sebuah perusahaan atau entitas yang memiliki akuntabilitas publik atau dalam proses pendaftaran di pasar modal ataupun entitas fidusia (seperti perusahaan publik, asuransi, BUMN, perbankan, dan sejenisnya).

    SAS (Standar Akuntansi Syariah)
    Merupakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan kegiatan transaksi Syariah baik berupa entitas lembaga Syariah maupun non Syariah, untuk pengembangannya sendiri mengikuti model Standar Akuntansi Keuangan pada umumnya hanya saja berbasis Syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI.

    Standar akuntansi yang satu ini mencakup pada beberapa kerangka konseptual, penyajian laporan keuangan syariah, musyarakah, istishna, akuntansi murabahah, salam, dan mudharabah.

    Akuntansi syariah memang masuk kategori cabang akuntansi baru, jadi tidak heran jika tidak terlalu banyak orang yang mengetahui mengenai penerapan prinsip prinsip syariah dalam bidang akuntansi.

    SAP (Standar Akuntansi Pemerintah)
    Bagi karyawan yang mengikuti kuliah online S1 tentu tidak asing dengan standar satu ini, SAP merupakan aturan baku yang dibuat oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Aturan tersebut merupakan prinsip-prinsip dari akuntansi yang diterapkan dalam melakukan penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah, terdiri atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) dan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

    Dalam standar ini terdapat laporan keuangan pokok, yakni Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan, dan neraca.

    Berbagai standar akuntansi keuangan di atas umumnya banyak digunakan oleh berbagai perusahaan atau entitas yang ada di Indonesia, namun berbagai standar akuntansi keuangan tersebut tidak berlaku untuk Akuntansi Manajemen.

    Bagi yang mengikuti kuliah jurusan Akuntansi khususnya bidang akuntansi keuangan, mengetahui berbagai standar akuntansi keuangan di atas tentu menjadi hal yang sangat penting khususnya ketika memasuki dunia kerja (baik di sebuah perusahaan atau lembaga).
     
Loading...

Share This Page