Tips Amankan Motor dari Maling, Manjur dan Efektif!

Discussion in 'Otomotif' started by Budimola, Sep 26, 2019.

  1. Budimola

    Budimola Member

    Joined:
    May 27, 2019
    Messages:
    453
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Risiko pencurian kendaraan bermotor di Indonesia sangat tinggi, Tahun 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) catat angka pencurian motor alias maling motor mencapai 38 ribu kejadian. Angka pencurian tersebut pun cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Apalagi, kebutuhan terhadap motor juga terus meningkat.

    Sasaran utama yang kerap jadi target para pencuri adalah motor matic yang saat ini menjadi jenis motor paling disukai di Indonesia. Dengan begitu, mereka bakal bisa lebih mudah menjual motor hasil curian. Namun, tak menutup kemungkinan pencuri juga menyasar jenis motor lain, seperti motor bebek dan motor sport.

    Pencuri motor bisa melakukan aksinya di mana saja. Buktinya, Sobat Rider bisa menemukan berita pencurian motor yang tidak hanya berlangsung di tempat umum, tetapi juga di depan rumah sekalipun.

    Oleh karena itu, para pemilik motor perlu melakukan antisipasi dengan cara mengamankan motor dari maling. Ada beberapa tips pencegahan yang dapat Sobat Rider lakukan untuk meminimalkan risiko pencurian motor. Tips tersebut di antaranya adalah:


    1. Manfaatkan Kunci Stang
    [​IMG]
    Saat di parkir jangan lupa untuk dikunci stang

    Tips pertama yang harus selalu Sobat Rider praktikkan saat memarkir motor adalah selalu gunakan kunci setang. Fitur yang satu ini sengaja disediakan oleh pabrikan motor sebagai sarana pengaman kendaraan. Khusus untuk motor matic, Sobat Rider bisa memilih untuk menggunakan kunci setang dengan memutar kemudi ke arah kanan.

    Mengunci setang dengan mengarahkan kemudi ke kanan memang lebih efektif dibandingkan ke arah kiri. Pada motor matic, posisi kemudi ke arah kanan saat kondisi setang terkunci, membuat maling kesulitan kalau ingin memasukkan kunci T ke lubang kunci. Hal yang berbeda kalau Sobat Rider menggunakan kunci setang dengan mengarahkan kemudi ke arah kiri.

    Kesulitan ekstra membobol motor ketika menggunakan kunci setang ke arah kanan ini diakui oleh para maling yang tertangkap polisi. Hanya saja, fitur pengaman tambahan pada kunci setang dengan cara mengarahkan kemudi ke arah kanan ini hanya berlaku untuk motor skutik. Sobat Rider tidak akan menemukan fitur serupa ketika menggunakan motor sport.


    2. Gunakan Kunci Pengaman Tambahan
    [​IMG]
    Pakailah kunci tambahan

    Pemakaian kunci pengaman ekstra juga bisa menjadi langkah mengamankan motor dari tangan para maling. Keberadaannya, bakal membuat pencuri kesulitan untuk bisa membawa lari motor. Apalagi, kalau Sobat Rider memilih kunci gembok yang berkualitas dengan warna yang tidak terlalu mencolok sehingga sulit untuk diketahui keberadaannya.

    Mengenai lokasi pemasangan kunci gembok, Sobat Rider mempunyai banyak opsi tempat. Piringan cakram, rantai, serta jari-jari roda kerap menjadi lokasi pemasangan kunci gembok.

    Selain itu, ada pula motor yang memiliki lubang pada standar tengah yang memang disediakan untuk pemasangan kunci gembok. Kalau mau, Sobat Rider dapat pula menambahkan rantai untuk sarana pengamanan berlapis.


    3. Aktifkan Alarm
    Motor-motor terbaru sudah disertai dengan fitur alarm yang bakal aktif ketika ada maling yang berusaha mencuri. Kalaupun Sobat Rider menggunakan motor lama yang tidak disertai dengan fitur alarm, tidak perlu khawatir. Solusinya, bisa dilakukan dengan menambah alarm sendiri dan bisa ditemukan di pasaran dengan mudah.


    4. Melepas Fuse dan CDI
    Tips selanjutnya yang dapat Moladiners terapkan adalah dengan mematikan sistem kelistrikan motor. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pada motor sport, Moladiners bisa memilih untuk melepas fuse atau sekring yang dipasang di area yang mudah dijangkau. Tanpa adanya fuse, sistem kelistrikan motor bakal lumpuh secara total.

    Lain halnya kalau Moladiners menggunakan motor matic yang menggunakan sistem karburator. Pada motor seperti ini, cara yang bisa diterapkan adalah dengan melepas komponen CDI atau capacitor discharge ignition. Fungsi utama CDI pada motor karburator adalah berguna untuk menjalankan proses pengapian.

    Motor karburator jenis skutik biasanya memiliki lokasi CDI yang sangat mudah dijangkau. CDI juga dapat dengan mudah dilepas dan dipasang. Ukurannya juga kecil sehingga bisa dimasukkan ke dalam kantong dengan mudah. Tanpa keberadaan CDI, mesin motor tidak akan bisa dinyalakan. Lanjut baca ulasan selengkapnya disini.
     
Loading...

Share This Page