Tirulah Semangat Bisnis The Power of Emak

Discussion in 'Online Business' started by Om Toni, May 31, 2017.

  1. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    The power of emak - Kekuatan kaum emak jarang disinggung secara spesifik dalam sistem perekonomian Indonesia. Padahal, peran ibu rumah tangga punya kontribusi besar dalam bisnis. Sungguh, ini bukan soal faktor “tanpa ibu, tak mungkin terlahir pengusaha hebat.” Kalau itu sudah pasti. Tapi yang akan kita bicarakan bukan logika ala cak Lontong seperti itu.

    [​IMG]Bukti nyata keperkasaan kaum IRT dalam bisnis bisa kita temui di sekitar kita. Kalau tak percaya, cobalah melangkah ke luar rumah beberapa ratus meter. Pasti kalian akan ketemu toko / warung kelontong. Siapa penjualnya? Kaum emak!

    Jalan beberapa meter lagi, ada penjual gorengan. Siapa yang jualan? Kaum emak!! Di sebelahnya, ada salon yang melayani jasa potong rambut, rias pengantin... siapa yang punya? Kaum emak!

    Atau lihatlah di pasar. Siapa yang mayoritas jualan di sana? 60% kaum emak! Kalau tak percaya, coba hitung secara teliti. Penjual sayur, daging, ikan, baju, kue basah, mainan dll itu sebagian besar ibu-ibu.

    Contoh lain. Banyak usaha sampingan ibu rumah tangga yang semula sekedar coba-coba malah penghasilannya melebihi gaji kaum bapak. Contohnya bisnis katering, penjahit, jasa laundry kiloan, salon rias pengantin, sewa alat dapur, warung bakso, camilan, toko pracangan... Serta banyak jenis usaha kecil yang kelihatannya hanya cocok dilakukan para wanita, bisa berkembang jadi usaha besar.

    Bisnis katering misalnya. Dulu usaha ini dianggap remeh. Tapi sekarang? Gibran Rakabuming, anak Jokowi saja bisnis kateringan. Atau soal cuci mencuci baju. Siapa sangka laundry kiloan sekarang booming? Padahal waktu kita kecil, tak ada kan bisnis macam ini?

    Artinya, kita tak boleh meremehkan peluang usaha yang kelihatannya sepele. Justu usaha yang tampaknya hanya cocok dikerjakan sebagai usaha sambilan oleh emak-emak itulah yang sangat potensial.

    Memang tak ada yang melarang kita untuk sukses dalam bidang bisnis bonafid. Tapi kalau profesi impian itu ketinggian, kenapa tidak mencoba usaha yang sekiranya memungkinkan untuk dijangkau?

    Tirulah spirit the power of emak-emak. Disela kesibukan mengurus pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga, masih semangat berbisnis sampingan. Masa anak muda kalah sama yang sudah tua?

    Selagi masih muda, jangan sampai kita terlambat start dan nunggu “the power of kepepet” dulu baru memulai. Siapa tahu dengan ‘mencuri start’, kalian bisa seperti Mark Zuckerber dan pengusaha muda inspiratif lain yang sukses saat usia merika masih sangat muda. Dimana kisah sukses mereka memotivasi anak muda di seluruh dunia.

    Manfaatkan kelebihan dalam penguasaan teknologi informasi kalian untuk berbisnis. Misalnya, kalau jualan baju, kosmetik, obat diet dan bisnis online idola anak muda sejenis dirasa persaingannya sangat ketat... Mengapa harus gengsi memasarkan camilan produksi ibu sendiri atau emak tetangga sebelah secara online? Kan tingkat kompetisinya tak terlalu tinggi. Tak perlu banyak modal gede tuh. Daripada bertarung di samudra ganas yang butuh biaya promosi gede agar fanpage kamu sering ditayangkan, mengapa tidak berdayung sampan di danau teduh saja?

    Apalagi yang punya handphone / gadged canggih hanya dipakai buat selfie pamer tampang tuh. Mending dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat, menghasilkan uang sendiri. Buatlah papa mama kamu bingung. Saat mereka mau kasih jatah uang jajan, dengan bangga (sambil bercanda) kamu bisa nolak gini: “emang gue cowok / cewek apaan? Sorry lah yauww... kagak perlu kelesss”

    Mungkin kalian bingung. Ini thread sebenarnya membahas emaknya atau anaknya sih? Jawaban saya: Ya anaknya lah! Emang ada berapa populasi emak-emak di bersosial? Hayo, absen dulu Mak...!! Tetap semangat ya...
     
    lasealwin likes this.
  2. lasealwin

    lasealwin Well-Known Member

    Joined:
    Aug 1, 2015
    Messages:
    1,748
    Likes Received:
    154
    Trophy Points:
    63
    Maaf kata saja teman, di Indonesia persaingan usaha itu sangat ketat dan tidak diawasi oleh pemerintah. Mati-hidupnya usaha kita tanggung sendiri.
    Sudah terlalu banyak juga tuh pengusaha dan produksinya banjir sebab satu jenis usaha sudah banyak orang yang menggelutinya dan tidak ada pembatasan atau semacam pengendalian lewat aturan sehingga kondisi dunia usaha lebih kondusif.
    Salam....
     
    Om Toni likes this.
  3. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    Itulah kenyataan pahit yang terpaksa harus kita terima. Kalau tidak kita sendiri yang berusaha mencari celah bisnis yang kondusif, jangan terlalu berharap pada regulasi dari pemerintah. Bahkan untuk usaha mikro sekelas toko pracangan saja, pangsa pasarnya dibabat habis sama alf*mart dan ind*maret. Tapi itu bukan alasan bagi kita untuk patah semangat dalam usaha *bagus*
     
  4. bursalokerindo

    bursalokerindo New Member

    Joined:
    Apr 29, 2017
    Messages:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Google+:
  5. blackking

    blackking Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    266
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    18
    mangtab memang banyak emak-emak yang memiliki bisnes di pasar juga penjualnya banyak dari emak-emak, semangatnya selalu ada, ibu saya juga emak yang jualan dirumah sambil mengurusi sawah juga, salut buat emak yang pekerja keras
     
  6. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    Maaf juga... saya masih newbie, jadi belum begitu tahu. nggak boleh boleh ya?
     
  7. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    Salam buat ibunya ya @blackking semoga beliau sehat, selalu dalam lindungan Tuhan. Ya, itulah salah satu bukti semangat emak kita. Semoga memberi inspirasi kita sebagai generasi muda. Maaf, saya sudah agak tua... jadi tak termasuk :D
     
  8. KangAndre

    KangAndre Member

    Joined:
    Jan 25, 2014
    Messages:
    8,593
    Likes Received:
    2,096
    Trophy Points:
    113
    Boleh, asalkan sesuai dengan topik bahasan sebagai referensi atau sumber (bukan OOT).
    Jumlah link 2 dari situs yang sama (milik sendiri) dan diperkenankan menambah link yang berasal dari situs lain seperti Wikipedia, Google, dll (maks 3).
     
  9. bursalokerindo

    bursalokerindo New Member

    Joined:
    Apr 29, 2017
    Messages:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Google+:
  10. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    Makasih penjelasannya @KangAndre
     
  11. Yoga Pratama

    Yoga Pratama Member

    Joined:
    Apr 10, 2016
    Messages:
    265
    Likes Received:
    15
    Trophy Points:
    18
    memang emak2 itu luar biasa
     
    Om Toni likes this.
  12. Ivan Ahsandi

    Ivan Ahsandi Member

    Joined:
    Feb 1, 2015
    Messages:
    45
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Emak-emak memang top seller sekaligus top buyer dalam hal tawar menawar. hahahaha
     
    Om Toni likes this.
  13. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    77
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    8
    Apalagi pas moment mau lebaran seperti ini, para emak alias ibu rumah tangga makin semangat berbisnis (yang punya bisnis tentunya) buat belanja-belanja kebutuhan mudik atau beli baju baru. Karena sudah lumrah kaum emak memang jadi tugasnya untuk menghabiskan uang belanja hahaha... Becandalah, Mak...
     
Loading...

Share This Page