Tokoh-Tokoh Pahlawan Nasional Dari Papua

Discussion in 'General Discussion' started by Arikun_muk, Jan 14, 2019.

  1. Arikun_muk

    Arikun_muk Member

    Joined:
    Dec 24, 2018
    Messages:
    22
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Posisi Papua dalam sejarah Indonesia setelah kemerdekaan sebenarnya unik. Papua adalah wilayah di Indonesia yang bahkan setelah RI kembali menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali Belanda.

    Khusus persoalan Papua, berdasarkan hasil KMB tahun 1949, sesungguhnya ada dibicarakan kembali oleh pemerintah RI dan Belanda "satu tahun kemudian". Nyatanya hingga tahun 1962, ketika Indonesia akhirnya memilih jalan perjuangan militer dalam merebut wilayah ini, Belanda tetap berupaya mempertahankan Papua.

    Meski demikian, dalam kurun waktu selama itu, bukan berarti rakyat Papua berdiam diri untuk tidak menunjukkan nasionalisme keindonesiaan mereka. Berbagai upaya juga mereka lakukan agar bisa menjadikan Papua sebagai bagian dari negara Republik Indonesia.

    3 Pahlawan Nasional dari Papua

    Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya integrasi tersebut, seperti Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

    1). Frans Kaisiepo
    [​IMG]
    Frans Kaisiepo​

    Frans Kaisiepo (1921-1979) adalah salah seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka.

    Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946.

    Pada tahun yang sama, Frans Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan, dimana ia sempat menyebut Papua (Nederlands Nieuw Guinea) dengan nama Irian yang konon di ambil dalam bahasa Biak dan berarti daerah panas.

    Namun kata irian tersebut malah diberinya pengertian lain : "Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands", Dalam konferensi ini, Frans Kaisiepo juga menentang pembentukan Negara Indonesia Timur ( NIT ) karena NIT tidak memasukkan Papua ke dalamnya.

    Ia lalu mengusulkan agar Papua dimasukkan ke dalam Keresidenan Sulawesi Utara.

    Tahun 1958 Frans Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan pemerintah kolonial Belanda. Setahun setelahnya, ia menolak menjadi ketua delegasi Nederlands Nieuw Guinea ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.

    Konsekuensi atas penolakannya adalah selama beberapa tahun setelah itu ia dipekerjakan oleh pemerintah kolonial di distrik-distrik terpencil di Papua.

    Tahun 1961 ia mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan Nederlands Nieuw Guinea ke negara Republik Indonesia. Wajar bila ia kemudian banyak membantu para tentara pejuang Trikora saat menyerbu Papua.

    Paruh tahun terakhir tahun 1960-an, Frans Kaisiepo berupaya agar penentuan pendapat Rakyat (Pepera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia. Proses tersebut akhirnya menetapkan Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia.

    2). Silas Papare

    [​IMG]
    Silas Papare​

    Silas Papare (1918-1978) membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) hanya sekitar sebulan setelah Indonesia merdeka.

    Tujuan KIM yang dibentuk pada bulan September 1945 ini adalah untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.

    Bulan September tahun yang sama, Silas Papare bersama Marthen Indey dianggap mempengaruhi Batalyon Papua bentukan sekutu untuk memberontak terhadap Belanda. Akibatnya mereka berdua ditangkap Belanda dan dipenjara di Holandia (Jayapura).

    Setelah keluar dari penjara. Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Irian. karena Belanda tidak senang, ia kemudian ditangkap dan kembali dipenjara, kali ini di Biak.

    Partai ini kemudian diundang pemerintah RI ke Yogyakarta. SIlas Papare yang sudah bebas pergi ke sana dan bersama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta.

    Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha keras agar Papua menjadi bagian dari Repunlik Indonesia. Tahun 1962 ia mewakili Irian Barat duduk sebagai anggota delegasi RI dalam upaya penyelesaian masalah Papua. Berdasarkan "New York Agreement" ini, Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.

    3). Marthen Indey

    [​IMG]
    Marthen Indey​

    Marthen Indey (1912-1986) sebelum Jepang masuk ke Indonesia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Namun jabatan ini bukan berarti melunturkan sikap nasionalismenya.

    Keindonesiaan yang ia miliki justru semakin tumbuh tatkala ia kerap berinteraksi dengan tahanan politik Indonesia yang dibuang Belanda ke Papua. Ia bahkan pernah berencana bersama anak buahnya untuk berontak terhadap Belanda di Papua, namun gagal.

    Antara tahun 1945-1947, Marthen Indey masih menjadi pegawai pemerintah Belanda dengan jabatan sebagai Kepala Distrik. meski demikian, bersama-sama kaum nasionalis di Papua, secara sembunyi-sembunyi ia malah menyiapkan pemberontakan. tetapi sekali lagi, pemberontakan ini gagal dilaksanakan.

    Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia lalu memimpin sebuah aksi protes yang disukung delegasi 12 Kepala Suku terhadap keinginan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia.

    Indey juga mulai terang-terangan menghimpau anggota militer bukan orang Belanda agar melancarkan perlawanan terhadap belanda. Akibat aktivitas politiknya yang kian berani ini, pemerintah belanda menangkap dan memenjarakan Marthen Indey.

    Tahun 1962, saat Marthen Indey tak lagi dipenjara, ia menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Indonesia yang akan diterjunkan ke Papua dalam rangka operasi Trikora.

    Saat perang usai, ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) benar-benar menajdi bagian Republik Indonesia.

    Sumber : https://arishahrukh.blogspot.com/2017/09/pahlawan-dari-papua.html
     
  2. seotog

    seotog Member

    Joined:
    Mar 29, 2018
    Messages:
    304
    Likes Received:
    25
    Trophy Points:
    28
    Wah ternyata ada juga ya selain Frans Kaisiepo, nice info diperbanyak lagi gan untuk pahlawan-pahlawan seperti ini ya :)
     
  3. Arikun_muk

    Arikun_muk Member

    Joined:
    Dec 24, 2018
    Messages:
    22
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Siap bang karena kita hidup dijaman sekarang tidak kenal yang namanya dijajah apalagi kerja rodi. Makanya dari itu kita harus mengapresiasi perjuangan pahlawan indonesia dengan mengenal lebih jauh lagi mengenai sejarah.
     
  4. Aditya WP

    Aditya WP Member

    Joined:
    May 29, 2015
    Messages:
    269
    Likes Received:
    34
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    Dari ketiga nama di atas hanya Frans Kaisiepo, yang pernah saya baca sejarahnya. Terima kasih gan atas informasi ini, karena gx semua informasi ada di bangku sekolah.
     
Loading...

Share This Page