Wajib Ketahui Gejala dan Pengobatan Hemokromatosis

Discussion in 'Health & Medical' started by alit kurniawan, Dec 26, 2018.

  1. alit kurniawan

    alit kurniawan Member

    Joined:
    Aug 1, 2018
    Messages:
    500
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
    Banyaknya zat besi pada penyimpanan tubuh yang mengakibatkan terjadinya metabolis adalah biasa disebut dengan penyakit hemokromatosis. Pada umumnya, zat besi ini merupakan nutrisi penting yang sumbernya berasal dari aneka jenis makanan. Hemoglobin darah inilah yang dibawah oleh oksigen yang ditugaskan oleh zat besi.

    Namun, jika jumlah dari zat besi yang terlalu banyak akan dapat mengganggu kondisi kesehatan tubuh. Jika tidak segera ditangani, maka penumpukan ini dapat merusak organ tubuh seperti ( jantung, hati, ginjal, dan lainnya ), merusak sendi, atau bahkan menyebabkan kematian.

    Pada usia 30-60 tahunan, gejala biasanya akan muncul. Siklus menstruasi atau saat melahirkan, membuat wanita lebih jarang terkena gejala hemokromatosis ini karena zat besi nya telah dikeluarkan secara alami. Biasanya, gejala yang abru akan muncul ketika wanita memasuki masa menopause.

    Penyebab dari terjadinya penyakit hemokromatosis ini adalah mutasi gen yang mengontrol jumlah zat besi yang diserap tubuh anda dari makanan yang dikonsumsi. Kondisi inilah yang menyebabkan hemokromatosis turunan dapat diturunkan dari orangtua ke anak-anak. Tidak hanya itu, anda juga dapat memiliki kondisi ini jika mempunyai gangguan dari keturunan darah lainnya.

    Apa Saja Gejala Penyakit Hemokromatosis ?

    Penyakit hemokromatosis ini tidak akan langsung menimbulkan gejala. Biasanya, gejala dari penyakit hemokromatosis akan muncul setelah penumpukan zat besi mencapai batas tertentu. Berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit hemokromatosis, diantaranya :

    - Kurang energi,

    - Terasa nyeri pada bagian perut,

    - Bulu dan rambut pada badan menjadi rontok,

    - Berat badan menjadi turun,

    - Kulit menjadi lebih gelap,

    - Terasa nyeri pada persendian,

    - Lemas dan letih,

    - Sering buang air kecil,

    - Gairah seksual menjadi hilang.

    Dalam jangka panjang, penderita biasanya akan mengalami gejala lanjutan, antara lain :

    - Gagal hati,

    - Diabetes,

    - Pembengkakan pada tangan, perut, hingga kaki,

    - Sering buang air kecil dan merasa haus,

    - Denyut jantung menjadi tidak beraturan ( aritmia ),

    - Penyusutan testis,

    - Nyeri pada dada,

    - Napas menjadi pendek,

    - Gagal jantung,

    - Turunnya gairah,

    - Kulit terlihat menjadi lebih gelap dan bersifat permanen,

    - Sendi pada jari terasa nyeri dan juga kaku.

    Jika mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera melakukan pengobatan dengan cara yang benar dan juga tepat. Bila penyakit hemokromatosis ini dibiarkan, akan timbul komplikasi yang lebih berbahaya.

    Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Hemokromatosis ?

    Salah satu cara pengobatan untuk mengobati penyakit hemokromatosis ini adalah dengan metode phlebotomi atau proses mengeluarkan darah. Biasanya, prosedur ini dapat dilakukan secara rutin untuk mengeluarkan zat besi yang berlebihan.

    Selain dengan cara pengobatan phlebotomi, terdapat juga terapi khelasi yang biasanya disarankan bagi penderita yang tidak dapat melakukan phelbotomi. Misalnya seperti gangguan pada jantung, pembuluh darah kecil, dan juga memiliki anemia. Obat akan diberikan pada penderita yang akan dapat mengkiat dan mengeluarkan zat besi melalui urine dan juga tinja.

    Pola makan juga tetap harus diperhatikan supaya proses penyembuhan atau pencegahan dapat lebih cepat. Untuk itu, penderita akan dianjurkan untuk menghindari makanan atau pun minuman yang mengandung zat besi, termasuk juga minuman beralkohol.
     
Loading...

Share This Page