Wajib Salut Buat Penentang Full Day

Discussion in 'Education' started by Manjaydotnet, Aug 12, 2016.

  1. Manjaydotnet

    Manjaydotnet Member

    Joined:
    Aug 7, 2016
    Messages:
    33
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Manjay – Full day school. Saya betul-betul kagum dengan militansi netizen menentang ide ini. Mereka bahkan langsung reaktif anti mati-matian hanya dengan membaca judul berita “Mendikbud Baru Anjurkan Pelajar Sehari Penuh di Sekolah”.

    Saya ragu mereka membaca berita tersebut secara lengkap, terlebih mencari tahu berapa jam dan apa saja kegiatan yang dimaksud dalam program full day.Jangan tanya apakah mereka mengkomparasi berita dari media lain. Barangkali mereka itu cenayang atau tuna baca.

    Begitu sengitnya mereka membela prinsip bahwa sekolah itu beban, seperti yang mereka alami sendiri waktu kecil, sehingga anak mereka lebih bagus lebih sedikit lagi jam sekolahnya. Ya, meskipun agak ironis sebetulnya membela sistem sekolah santai zaman dahulu, dengan hasil masyarakat reaktif dan tuna baca seperti mereka sendiri. Tapi saya harus memuji kepercayaan diri mereka. Serius.

    Bagaimana, Anda langsung emosi baca dua paragraf pertama saya? Nah.

    Baca ulasan panjangnya di Sumber Utama, karena jika disini akan terlalu panjang. Terima Kasih
     
    Last edited by a moderator: Aug 12, 2016
  2. ostnandar

    ostnandar Member

    Joined:
    Aug 6, 2016
    Messages:
    110
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Setuju atau engganya sih trgantung anaknya jga. Kalau dia bisa dan siap ngejalaninya bakalan bermamfaat begitupun sebaliknya. Ketika mereka belum siap .makan mereka bakalan stop dijalan.
     
  3. katon

    katon Active Member

    Joined:
    Nov 19, 2015
    Messages:
    1,218
    Likes Received:
    91
    Trophy Points:
    48
    Kalau saya sih fleksible saja guys, hanya saya juga berfikir kan gurunya juga punya anak yang notabene membutuhkan kasih sayang dan perhatian seorang ibu, bukan hanya ngurusi anak didik di sekolah saja, bisa2 anak didik di sekolah menjadi pelampiasan kemarahan guru yang stres gimana? :D
     
  4. ys. herbi

    ys. herbi Well-Known Member

    Joined:
    Mar 6, 2016
    Messages:
    1,250
    Likes Received:
    191
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Kalau saya sih dah biasa (dari SD) berangkat set 7 pulang jam 4-5 nan sore...*taichi*
     
  5. lelafik

    lelafik Member

    Joined:
    Aug 12, 2013
    Messages:
    98
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Kebanyakan anak di pedesaan setelah pulang sekolah harus membantu orang tua di ladang.. gimana dong??
     
  6. ahsol matkan

    ahsol matkan Member

    Joined:
    Sep 3, 2016
    Messages:
    41
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Tapi kalau full day jadi diberlakuin gimana nasib guru lesss dan bimbel. Secara mereka kan masuk di luar jam itu. Lah gimana tu?
     
  7. Aneba

    Aneba Member

    Joined:
    Aug 26, 2016
    Messages:
    98
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
    Saya juga tidak setuju dengan konsep Full Day School kecuali hanya diterapkan sesekali aja, misalnya sebulan sekali anak harus seharian di Sekolah. It's OK lah
     
  8. firda63

    firda63 Member

    Joined:
    Dec 19, 2015
    Messages:
    763
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    18
    yaelah kalo full day school di iya kan, gilakkk yg ada anak bukannya tambah pintar makin bodo
     
Loading...

Share This Page