Warna dan Lambang Motif Dalam Kain Songket

Discussion in 'General Discussion' started by Windi Ariska, Jun 26, 2015.

  1. Windi Ariska

    Windi Ariska Member

    Joined:
    Dec 5, 2014
    Messages:
    403
    Likes Received:
    50
    Trophy Points:
    28
    Warna yg dipakai buat mewarnai kain songket didapat dari pewarna kesumbo utk warna hijau, ungu, merah anggur & warna kuning dari kunyit sedangkan buat warna merah dgn memakai kulit kayu sepang adalah kulit kayu dari pohon sepang yg telah lanjut umur. warna ungu bisa pula dihasilkan dari kulit buah manggis. Seluruh yg dipakai buat mewarnai kain songket nyata-nyatanya berbahan basic dari alam, mereka mengupayakan memadukan warna ini maka membuahkan warna jelas mencolok & indah. Utk menciptakan warna dalam kain pastinya memerlukan wawasan yg tak sembarangan, di mana beliau mesti mengolah bahan basic dari alam ini jadi satu buah tinta.

    Manusia ternama juga sebagai makhluk bersimbol, tiap-tiap tingkah laku & perbuatannya penuh bersama simbol-simbol tertentu, tak tidak cuma apa yg terdapat dalam warna kain songket. Tiap-tiap warna yg terdapat dalam kain songket mempunyai artinya tersendiri yg bakal menunjukan status dari sipemakainya, bukan cuma status ketajiran tapi serta status sosial yg diantaranya yaitu kain songket bersama warna hijau, merah & kuning dimanfaatkan oleh janda, sedangkan jikalau mereka mau menikah lagi sehingga mereka bisa memanfaatkan aneka warna yg jelas atau cerah (Suwarti Kartiwa : 35). Dalam kain songket tak memiliki patokan dalam elemen warna buat satu tipe kain songket tertentu, lantaran terhadap kain songket yg dipentingkan merupakan terhadap type & kegunaannya, dalam satu tipe kain songket terdapat lebih dari satu warna sbg penghias kain.

    Lambang Motif yg Terdapat dalam Kain Songket Palembang

    Apabila hidup manusia ini penuh bersama simbol-simbol, dalam kain songket nyatanya memiliki arti perlambangan yg sakral dalam tiap-tiap coraknya & dalam satu kain songket terdapat motif, warna & perlambangan tidak sama maka membuahkan perpaduan yg indah. Lambang-lambang yg terdapat dalam kain tenun songket & penggunaannya antara lain :
    songke rancangan

    b. Motif bunga tanjung melambangkan keramah tamahan sbg nyonya rumah sebagai lambang ucapan selamat datang. Kain songket yg mempunyai motif bunga tanjung diperlukan oleh nyonya rumah buat menyongsong tamu.

    c. Motif bunga melati dalam rancangan kain songket melambangkan kesucian, keanggungan & sopan santun. Kain songket yg mempunyai motif bunga melati rata rata dipakai oleh gadis-gadis dalam lingkup kerajaan yg belum menikah lantaran motif bunga melati menggambarkan kesucian.

    d. Motif pucuk rebung melambangkan angan-angan baik, lantaran bambu yakni pohon yg tak gampang rebah oleh tiupan angin kencang. Motif pucuk rebung senantiasa ada dalam tiap-tiap kain songket sbg kepala kain atau tumpal. Pemakaian motif pucuk rebung kepada kain songket dimaksudkan supaya sipemakai senantiasa memiliki keberuntungan & cita-cita baik dalam tiap-tiap langkah hidup.

    Terhadap musim saat ini ini di Indonesia, arti & perlambang dalam motif kain tak sedikit yg mengabaikannya, tidak sedikit dari mereka mengindahkan semuanya itu. Apa yg ada dalam dalam motif kain ini sebenarnya melambangkan satu buah do’a buat sipemakainya, juga sebagai sampel motif pucuk rebung mempunyai arti supaya sipemakai senantiasa berada dalam keberuntungan dalam hidupnya. Apa yg ada dalam motif kain ini adalah simbol dari angan-angan manusia itu sendiri.

    Simbol Status Sosial

    Motif kain yg tidak jarang tampak dalam kain songket yaitu motif bunga, ini menandakan kedekatan dgn perempuan. Seperti yg dikemukakan oleh R.H.Meter Akib seperti dikutip oleh Suwarti Kartiwa ( 1996 : 34 ), menyampaikan bahwa kain songket erat hubungannya dgn perempuan & didalamnya mencerminkan perempuan. Elemen ini nampak dari bersama jumlahnya motif bunga yg diterapkan dalam rancangan kain songket & jikalau selanjutnya dalam tradisi terdapat baju yg difungsikan oleh cowok, sebab itu ialah perkembangannya yg seterusnya lantaran terhadap era dulu kain songket ditenun oleh para gadis sambil menunggu datangnya lamaran dari pihak laki-laki.

    Seperti halnya baju rutinitas di daerah-daerah lain, penduduk Palembang mempunyai “keharusan” utk menggunakan kain songket dalam tiap-tiap upacara yg dilakukan terutama menyangkut bersama upacara & perayaan baju rutinitas. Kain songket dipakai terhadap tiap-tiap upacara keagamaan, perkawinan maupun upacara rutinitas yang lain & tak buat dimanfaatkan sehari-hari (Himpunan Wastraprema 1976). Ini seluruh menandakan jika kain songket tak mampu dimanfaatkan sembarangan, sebab di dalamnya mengandung makna-makna tertentu. Makna ini adalah perlambang dari sipemakai. Juga Sebagai sample, penggunaan kain songket utk upacara perkawinan tidak serupa bersama yg diperlukan buat upacara keagamaan & upacara rutinitas yang lain. Perbedaan itu sanggup dipandang kepada warna merah cabe yg biasa difungsikan oleh pengantin sedangkan buat upacara kebiasaan yang lain bebas pilih motif & warna. Dulu penggunaan kain songket dibedakan antara utk keluarga kerajaan, Petugas kerajaan, golongan bangsawan & rakyat biasa. Perbedaan penggunaan kain songket utama sebab dalam kain songket memiliki motif-motif tersendiri yg menggambarkan kebesaran & keagungan pemakainya.
     
Loading...

Share This Page