Wow! Inilah Rumus Cepat Mendapatkan Rezeki

Discussion in 'General Discussion' started by Taufiq Fadhilah, Jun 15, 2020.

  1. Taufiq Fadhilah

    Taufiq Fadhilah New Member

    Joined:
    May 15, 2020
    Messages:
    12
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    rubrikpeba-rumus rezeki-small.jpg Rubrikpena.com - Mengarungi kehidupan di dunia ini siapa sih yang tak ingin rezekinya lancar? Hidup berkecukupan dan mampu berbagi dengan sesama mungkin itu adalah cita-cita setiap orang.

    Rezeki setiap orang itu Allah yang tentukan, maka benar adanya istilah “rezeki gak bakal ketuker” karena memang Allah yang ngatur. Buka bos, bukan direktur, bukan mandor atau bukan pula orang tua kita.

    Jika sudah ada jatah rezekinya. Maka selanjutnya kejar lah rezeki itu dengan cara yang baik. Namun, kembali lagi satu hal yang perlu diingat, bahwa rezeki itu datangnya dari Allah, Allah yang ngatur, Allah yang memberi dengan caranya.

    Ketika kita telah meyakininya jika memang rezeki itu datang dari Tuhan yang Maha Memberi Rezeki.
    Maka langkah untuk mendapatkan rezeki itu tidak lain dan tidak bukan adalah dengan mendekatkan diri kepada-Nya, lalu mintalah rezeki itu.

    Dalam sebuah ceramah, Ustadz Adi Hidayat membagi rumus cepat untuk mendapatkan rezeki.

    Ia menuturkan bahwa rezeki itu sifatnya luas, misalnya adalah pengetahuan, ketenangan, harta, dan termasuk keturunan adalah rezeki yang diberikan Allah kepada kita.

    Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa rumus cepat mendapatkan rezeki itu bisa kita temukan dalam Q.S. Ali Imran ayat 35-37.

    Pelajaran dari Q.S. Ali Imran ayat 35-37

    Berikut bunyi ayatnya:
    اِذۡ قَالَتِ امۡرَاَتُ عِمۡرٰنَ رَبِّ اِنِّیۡ نَذَرۡتُ لَکَ مَا فِیۡ بَطۡنِیۡ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلۡ مِنِّیۡ ۚ اِنَّکَ اَنۡتَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ

    Artinya: (Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S. Ali Imran : 35)

    فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

    Artinya: Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon pelindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". (Q.S. Ali Imran: 36)

    فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya: Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Q.S. Ali Imran: 37)

    Kemudian beliau menjelaskan, jikalau orang tua menyiapkan hal ini (sesuai dengan tuntunan pada Q.S. Ali Imran: 35-37) dari sejak awal. Maka anaknya akan dijamin mudah rezekinya oleh Allah dari sisi yang tidak pernah diduga oleh orang tuanya.

    Rumus Mendapatkan Rezeki Sesuai Tuntunan Al-Qur’an

    Seusai memahami Q.S. Ali-Imran ayat 35-37 di atas, berikut adalah dua rumus yang perlu dilakukan jika kita menginginkan percepatan rezeki.

    1. Memperbaiki Diri dengan Bertaubat Kepada Allah
    Langkah pertama yang perlu dikerjakan jika ingin mendapatkan kemurahan rezeki dari Allah adalah dengan memperbaiki diri.

    Yaitu, bertaubat atas segala perbuatan dosa. Kemudian berjanji kepada Allah untuk tidak mengulanginya kembali, atau istilahnya taubatan nasuha.

    Allah lah pemilik rezeki itu. Maka mau tidak mau kita harus taat kepadanya sebagai jalan untuk diberikan kemudahan dalam segala urusan dan terkabulnya segala doa yang dipanjatkan.

    Ustadz Adi Hidayat kemudian menuturkan. Bahkan ketika seorang telah bertaubat dengan sungguh-sungguh kemudian ia memiliki kebutuhan, Allah akan penuhi kebutuhan itu. Meskipun ia belum memintanya kepada Allah.

    Maka dengan satu langkah ini saja rezeki itu akan dengan mudah didapatkan. Karena taubat itu erat kaitannya dengan jalan rezeki.

    Tak heran jika kemudian banyak para ulama, kyai, dan ustadz selalu menyeru untuk bertaubat kepada Allah atas segala dosa dan khilaf sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan kemudahan rezeki dari Allah.

    2. Meningkatkan Ibadah Kepada Allah dengan Level yang Tidak Biasa
    Jika tahapan memperbaiki diri atau bertaubat telah dijalankan. Rumus mendapatkan rezeki berikutnya adalah meningkatkan ibadah kepada Allah dengan level yang tidak biasa.

    Apa maksudnya?
    Yaitu, beribadah kepada Allah dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya secara konsisten.
    Misalnya, yang awalnya kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah, hari ini kemudian membiasakan shalat sunnah. Baik itu shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah, baik itu shalat duha maupun shalat tahajud di sepertiga malam.

    Kemudian diikuti dengan rajin melaksanakan puasa sunnah senin kamis, puasa daud atau ibadah sunnah lainnya yang akan mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah SWT.

    Sebagai penutup, ustadz Adi Hidayat kemudian menegaskan:
    Ketika seorang telah berikhtiar dengan bertaubat dari maksiat yang dikerjakan, kemudian bertekad lebih baik mendekatkan diri kepada Allah dari sebelumnya, maka kata Allah: Saya akan terima semua ikhtiarnya dan akan Saya perhatikan semua pertumbuhan hidupnya kemudian memberikan apa pun yang dibutuhkan.

    Jika langkah-langkah ini kemudian telah dijalankan dengan kesungguhan hati maka kita sendiri yang akan merasakannya. Ketenangan dalam menjalani kehidupan hingga rezeki berlimpah yang tidak pernah diduga. Percayalah karena janji Allah itu pasti.

    “Kalau anda tidak mampu berlomba dengan orang shaleh untuk meningkatkan ketaqwaan, maka berlombalah dengan para pendosa untuk untuk berdoa dan mohon ampun kepada Allah SWT” Ust. Adi Hidayat.

    Itulah rumus percepatan rezeki yang disampaikan ustadz Adi Hidayat berdasarkan dalil Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 35-37. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran, dan kemudian bisa menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

    Sember: rubrikpena.com
     
Loading...

Share This Page