Yang Belum Tahu Operasi Batu Empedu, Ini Jenisnya

Discussion in 'Health & Medical' started by aa online, Apr 29, 2017.

Tags:
  1. aa online

    aa online Member

    Joined:
    Oct 10, 2015
    Messages:
    606
    Likes Received:
    48
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    Perlu sobat tahu, jika gejala yang Anda alami sangat parah, kantong empedu mungkin harus diangkat melalui operasi. Tetapi Anda tidak perlu takut karena kantong empedu tidak termasuk organ penting yang Anda harus miliki untuk bertahan hidup.

    Kolesistektomi laparoskopik
    Operasi pengangkatan kantong empedu yang paling umum direkomendasikan adalah operasi ‘lubang kunci’ atau kolesistektomi laparoskopik. Pada operasi ini, dokter akan membuat satu sayatan berukuran 2-3 cm di sekitar pusar, dan dua hingga tiga sayatan dengan ukuran yang lebih kecil di sisi kanan perut. Operasi ini dilakukan dengan penerapan bius total, jadi Anda akan tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasa sakit. Masa pemulihan yang dibutuhkan pasien biasanya sekitar 1-2 minggu.

    Kolesistektomi dengan sayatan terbuka
    Operasi ini akan dipilih jika batu empedu tidak dapat dikeluarkan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopik. Misalnya karena:
    • Letak kantong empedu pasien sulit dijangkau.
    • Pasien berberat badan tinggi.
    • Pasien berada pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
    Setelah menjalani kolesistektomi dengan sayatan terbuka, pasien perlu menginap di rumah sakit selama 5-6 hari. Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh total juga lebih lama dibandingkan dengan operasi ‘lubang kunci’, yaitu sekitar 1,5 bulan. Tetapi tingkat keefektifan operasi ini sama dengan operasi kolesistektomi laparoskopik.

    Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography/ERCP)
    Penyumbatan akibat batu pada saluran empedu bisa ditangani dengan prosedur kolangiopankreatografi retrograd endoskopik (endoscopic retrograde cholangiopancreatography/ERCP). Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu. Prosedur ini seringkali dilakukan pada mereka yang kondisinya tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur operasi.

    Selain untuk prosedur terapeutik, ERCP juga dapat berfungsi sebagai penegak diagnosa, di mana sebuah tabung tipis yang fleksibel dengan kamera di ujungnya akan dimasukkan dari mulut hingga menuju ke kantong empedu. Kondisi hati, saluran empedu, dan pankreas akan dapat dilihat jelas dengan prosedur ini.

    ERCP
    biasanya dilakukan dengan pemberian bius intravena, di mana pasien akan tetap sadar selama prosedur ini dilakukan. Proses ERCP memakan waktu sekitar 30-60 menit, atau lebih cepat. Setelah menjalani prosedur ini, pasien umumnya harus menginap satu malam di rumah sakit untuk pemantauan kondisi.

    Lebih lengkapnya, bisa agan / sista lihat sendiri pada video ini. Yang ga sanggup jangan liat ya...

     
Loading...

Share This Page