Hindari 5 Macam Pantangan Makanan Untuk Skoliosis Ini

Discussion in 'Health & Medical' started by alit kurniawan, Jan 15, 2019.

  1. alit kurniawan

    alit kurniawan Member

    Joined:
    Aug 1, 2018
    Messages:
    396
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
    Kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah samping yang merupakan bentuk tulang abnormal ( tidak normal ) di dalam istilah medis biasa disebut dengan penyakit skoliosis.

    Kondisi dari penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak yang masih belum mengalami pubertas di sekitaran usia 10-15 tahun. Tindakan dan penanganan yang memadai lebih diperlukan anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki.

    Scoliosis Research Society melakukan penelitian yang menyatakan bahwa lebih dari 80% kasus skoliosis merupakan jenis idiopatik yang artinya tidak diketahui penyebab pastinya. Oleh karena itu, lakukan dengan rutin untuk mengecek kesehatan pada tubuh anda.

    Terdapat banyak cara untuk mengobati dan mengatasi penyakit sendi dan tulang yang satu ini. Bisa dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan sehat, mengkonsumsi obat-obatan, dan lainnya. Selain dengan cara tersebut, terdapat juga beberapa hal yang harus dihindari oleh penderita skoliosis, salah satunya adalah menghindari Pantangan Makanan Untuk Skoliosis. Berikut ini adalah beberapa Pantangan Makanan Untuk Skoliosis, diantaranya :

    1. Vitamin A Dalam Jumlah Banyak

    Memang kekurangan vitamin A akan dapat menyebabkan mata menjadi buram dan permasalahan lainnya pada tubuh kita. Namun, bagi anda penderita skoliosis dengan mengkonsumsi vitamin A dalam jumlah yang berlebihan, hal tersebut tidak untuk dianjurkan.

    Hal ini akan menyebabkan patah tulang yang berujung merugikan kondisi tubuh anda. Berarti, anda tetap dapat mengkonsumsi vitamin A asalkan tidak dalam jumlah yang banyak. Kendati demikian, pantangan makanan bagi penderita skoliosisi diantaranya seperti pepaya, tomat, wortel, dan sebagainnya.

    2. Garam

    Garam merupakan salah satu bahan dari setiap masakan yang hampir selalu ada. Bumbu dapur ini sendiri terolah dari air laut yang sudah mengalami pengkristalan. Jika garam dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, maka kondisi kesehatan anda akan terganggu.

    Menurut Dr. Cosma dari National Osteoporosis Foundation menyatakan bahwa garam akan dapat menyebabkan ekskresi kalsium. Hal ini tentu saja disarankan bagi setiap orang yang hanya boleh mengkonsumsi kuantiti garam 1.200 miligram per hari untuk menjaga kesehatan tulang.

    3. Kafein

    Mungkin anda sudah mengetahui bahwa kandungan kafein sangat dilarang oleh penderita skoliosis. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Swedish Department of Toxicology's National Food Administration, menemukan bahwa seorang wanita yang meneguk 330 miligram kafein atau lebih dalam sehari atau setara empat cangki, mereka akan lebih beresiko terkena patah tulang.

    Perlu anda ketahui, apabila penderita skoliosis meminum minuman yang mengandung kafein setiap hari, hal tersebut tentu saja akan memicu timbulnya kerusakan tulang. Padahal, skoliosis sendiri merupakan sebuah kondisi pembengkokan pada tulang. Akan tetapi, bagi anda yang sudah melakukan operasi, sangat tidak disarankan mengkonsumsinnya karena kafein merupakan pantangan yang perlu dihindari.

    4. Protein Hewani

    Jika kurang mengkonsumsi protein akan memicu kelemahan fisik. Sedangkan mengkonsumsinya secara berlebihan pun akan memicu penyakit tulang. Maka dari itu, mulai dari sekarang anda harus menerapkan pola teratur. Bagi seseorang yang menderita penyakit skoliosis memang dianjurkan untuk mengurangi asupan protein.

    Protein hewani yang dimaksud adalah seperti telur, daging sapi, daging ayam, dan masih banyak lagi. Sedangkan protein non hewani yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah seperti tempe, tahu, dan juga kedelai. Jika anda mengkonsumsinya secara berlebihan, maka senyawa sulfat yang diproduksi oleh tubuh akan menyebabkan kalsium menjadi keluar dari tulang. Namun, bagi anak yang masih berusia di bawah usia 1 tahun, sangat memerlukan kandungan ini untuk membantu tumbuh kembangnya secara baik

    5. Kandungan Fosfor

    Penelitian yang dilakukan oleh Framingham Osteoporosis Study menyatakan bahwa mereka telah mengukur kepadatan mineral tulang yang ada pada punggung dan juga pinggu. Hal ini bertujuan untuk menjawab perbandingan 1.413 perempuan dan 1.125 laki-laki dengan frekuensi mengkonsumsi minuman ringan. Hasil yang diperoleh adalah para peneliti menjawab bahwa minuman bersoda dan diet soda akan dapat menyebabkan keropos tulang pada wanita. Hal ini tentu saja akan memicu keburukan pada penderita skoliosis.

    Menurut ahli gizi yang bernama Kristine Cuthrell, RD yang berpendapat bahwa jika hubungan antara Cola serta kehilangan kepadatan tulang ini dapat dikarenakan oleh substitusi soda susu yang baik guna mengurangi asupan kalsium. Oleh sebab itu, sudah cukup jelas bahwa seseorang yang menderita skoliosis harus menghindari mengkonsumsi minuman bersoda.
     
Loading...

Share This Page