Legenda Buto Ijo Penjaga Peti Tenget

Discussion in 'Tales' started by dkala, Oct 10, 2018.

  1. dkala

    dkala New Member

    Joined:
    May 16, 2018
    Messages:
    7
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Suatu waktu, Dhang Hyang Nirarta akan bertapa di Uluwatu. Sebelumnya, ia berbincang dengan Ida Batara Masceti soal berbagai perihal di sebuah hutan.

    Pembicaraan orang sakti berkutat antara perkembangan jagat, upacara-upakara, dan sebagainya. Ketika keduanya berbicara, ada sosok tinggi-besar yang awalnya diduga batu besar berlumut. Sosok ini tak lain adalah Buto Ijo yang nguping pembicaraan orang-orang penting.

    Bukan orang sakti namanya kalau mudah marah. Buto Ijo malah diberi tugas menjaga peti tempat menyimpan sirih Dhang Hyang Nirarta. Dhang Hyang Nirarta kemudian melanjutkan perjalanan ke Uluwatu.

    Buto Ijo bersama para anak buahnya yang berupa makhluk halus penunggu hutan dengan setia menjaga wilayah tersebut. Apalagi Buto Ijo termasuk makhluk sakti, dia bisa membuat sebuah dinding gaib di sekitar hutan tempat dirinya ditugaskan, dan siapa saja yang memasuki kawasan itu akan terkena celaka dan bahaya.

    Hutan itu dinamai Tenget yang artinya angker. Sayangnya tidak semua orang tahu. Ada beberapa orang yang mencari kayu dan daun di Tenget. Mereka kurang beruntung karena langsung jatuh sakit. Yang punya fisik dan daya tahan bagus pun tetap ambruk karena melihat penampakan makhluk seram.

    Kebanyakan korban berasal dari Desa kerobokan. Para tetua desa resah, dan mencari Dhang Hyang Nirarta di Uluwatu mohon petunjuk. Mereka diberi tahu bahwa wilayah itu dihuni oleh Buto Ijo yang diberi mandat oleh Dang Hyang Nirarta untuk menjaga peti pecanangan sirih.

    Agar makhluk gaib itu tidak lagi mengganggu atau mengusik ketenangan masyarakat, disarankan untuk melakukan persembahan berupa lelaban setiap Tilem Kawulu dan cacahan.

    [​IMG]

    Dang Hyang Nirarta juga menyarankan warga untuk membuat Palinggih Pasimpangan atau bangunan suci berupa istana Ida Bhatara Labuhan Masceti.

    Mereka juga membangun Pelinggih Gedong untuk istana Buto Ijo yang kini dinamakan Pura Petitenget. Peti Tenget berarti peti angker, konon hingga sekarang peti angker tersebut masih tersimpan di Pelinggih Gedong di Pura Petitenget Kerobokan.

    Sumber Terpercaya
     
Loading...
Similar Threads - Legenda Buto Penjaga
  1. janust
    Replies:
    7
    Views:
    1,732
  2. OAXER
    Replies:
    12
    Views:
    954

Share This Page