Perbedaan Beton Prategang dan Beton Bertulang

Discussion in 'General Discussion' started by Linda Nur Wakidah, Aug 4, 2020.

  1. Linda Nur Wakidah

    Linda Nur Wakidah Member

    Joined:
    Aug 29, 2017
    Messages:
    140
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    18
    Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang sangat baik. Dalam berbagai proyek pembangunan seperti pembuatan jalan beton, pembangunan jembatan, pembangunan gedung, dll banyak menggunakan material beton. Untuk beton tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai kualitas dan kemampuannya.
    [​IMG]
    Bahan penyusun beton ini terdiri dari bahan pengikat, bahan pengisi, dan juga bahan pengencer. Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satu dengan perbandingan tertentu hingga membentuk adukan beton yang memiliki kualitas sesuai perencanaan. Campuran ini lantas kemudian akan dituangkan pada cetakan khusus yang disebut bekisting. Setelah itu beton akan mengalami proses pengeringan yang akan membuat strukturnya bertambah semakin kuat dan juga kokoh.

    Perlu diketahui, ada banyak sekali jenis beton yang ada di dunia. Namun pada dasarnya, beton-beton tersebut dibuat dari campuran semen dan juga agregat. Agregat yang berfungsi sebagai pengisi akan direkatkan oleh semen. Dari dua jenis beton yang paling sering digunakan yaitu beton prategang dan beton bertulang. Bila Anda belum mengetahui kedua jenis beton ini, berikut beberapa penjelasan dan perbedaannya :

    Beton prategang

    Beton prategang merupakan beton yang telah diberi gaya tarik terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan pengecoran. Karena proses pembuatannya yang sangat rumit, keseluruhan tahap produksi pada beton ini dilakukan di sebuah pabrik dengan penghitungan yang matang. Prinsip pembuatannya yaitu beton yang ada pada bagian paling dalam dibiarkan mengeras sempurna, kemudian beton ini baru diberi gaya tekan menggunakan baja,. tujuannya yaitu supaya beton inti semakin kokoh.

    Setelah proses tersebut selesai maka beton akan dilapisi cor secara merata, hal ini berguna untuk mempertahankan posisi baja yang berfungsi sebagai pemberi gaya tekan. Beton prategang telah mengalami tekanan yang lebih besar terlebih dahulu sebelum menerima gaya dari luar. Hal ini mengakibatkan strukturnya menjadi semakin kuat. Inilah alasannya mengapa saat ini beton prategang semakin diminati.

    Beton bertulang

    Beton bertulang pada dasarnya adalah beton biasa yang dilengkapi menggunakan tulangan-tulangan yang terbuat dari besi baja. Jadi di dalam lapisan beton ini sudah terdapat tulangan baja. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kekuatan pada beton tersebut terhadap gaya tarik. Meskipun mempunyai ketahanan terhadap gaya tekan yang baik, namun beton lemah terhadap gaya tarik. Akan tetapi sifat baja justru sebaliknya, dengan memadukan kedua bahan tersebut, terciptalah material yang kuat terhadap gaya tekan dan juga gaya tarik.

    Perbedaan beton prategang dan beton bertulang

    Beton prategang dan beton bertulang sebenarnya adalah sama-sama beton. Keduanya sama-sama memanfaatkan tulangan dari baja untuk dapat meningkatkan kekuatan terhadap gaya tarik, perbedaannya hanya terletak pada pemasangan tulangan bajanya. Tulangan baja pada beton bertulang dibiarkan tergeletak begitu saja, akan tetapi tulangan pada beton prategang harus diberi gaya tekan berupa tekukan lebih dulu. Hal ini yang membuat gaya tarik yang dimiliki oleh beton prategang lebih kuat dibandingkan dengan beton bertulang. Beton prategang umumnya dibuat di pabrik karena membutuhkan perhitungan yang cukup rumit.
     
Loading...

Share This Page