Perlu Waktu 20 Tahun Supaya Jepang Stop Penggunaan Disket

Updated 05 Juli 2024 Tim Bersosial.com Tech

enter image description here
Floppy Disk. Gambar: Techrum

Setelah lebih dari 20 tahun, akhirnya pemerintah Jepang mengakhiri penggunaan floppy disk atau disket untuk penyimpanan data di semua sistem. Keputusan ini diambil sebagai langkah modernisasi birokrasi pemerintah. Sejak 28 Juni 2024, Badan Digital Jepang telah mencabut lebih dari seribu regulasi terkait penggunaan disket untuk penyimpanan data. Menteri Digital Taro Kono menyatakan, "Kami telah berhasil memenangkan perang terhadap disket pada 28 Juni!".

Modernisasi Birokrasi Pemerintah

Dalam upaya modernisasi birokrasi pemerintah Jepang, penggunaan teknologi floppy disk yang sudah ketinggalan zaman dihapuskan. Menteri Digital Taro Kono menjadi sosok kunci dalam upaya ini. Taro dikenal sebagai pejabat yang vokal dalam upaya menghapus teknologi analog dan mendukung transformasi digital di pemerintahan.

Menurut Taro, penggunaan disket adalah bagian dari sejumlah langkah untuk memperbaharui sistem teknologi di pemerintahan Jepang. Sebagai Menteri Digital sejak 2022, Taro telah berhasil membawa perubahan signifikan dalam penggunaan teknologi di berbagai sektor pemerintah.

Tantangan dalam Proses Digitalisasi

Meskipun langkah untuk menghentikan penggunaan disket sebagai penyimpanan data sudah dilakukan, upaya digitalisasi di Jepang tidak terjadi tanpa hambatan. Beberapa implementasi teknologi digital, seperti aplikasi pelacakan kontak selama pandemi dan kartu identitas digital My Number, mengalami kendala dalam pelaksanaannya.

Badan Digital Jepang baru dibentuk pada tahun 2021 saat pandemi COVID-19 sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital perlu dipercepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Akhir dari Era Disket

Disket berukuran 3,5 inci telah menjadi perangkat penyimpanan data yang umum digunakan pada era komputer pribadi. Namun, seiring perkembangan teknologi, disket tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan penyimpanan data yang lebih besar dan cepat. Sony, salah satu produsen disket terbesar, bahkan telah berhenti memproduksi floppy disk 3,5 inci sejak tahun 2011.

Dengan dihentikannya penggunaan disket di pemerintahan Jepang, dapat disimpulkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang lebih luas di negara tersebut. Tentu saja, hal ini juga menjadi sinyal bagi instansi lain untuk terus melakukan pembaruan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan layanan dan tata kelola data.

Published: 05 Juli 2024
Tags:

Related articles